kekuasaan dan pengaruhnya
Kekuasaan adalah sebuah kekuatan yang
dimiliki oleh seseorang ataupun kelompok yang bertujuan untuk
menggerakkan orang-orang di sekitarnya guna mencapai tujuan yang telah
dicanankan sebelumnya. Akibat dari kekuasaan yang ada ini adalah
menimbulkan pengaruh-pengaruh yang mungkin timbul dan terjadi serta
dampaknya terhadap oarang-orang disekitarnya.
Dewasa ini, banyak orang yang berkuasa
serta mampu mempengaruhi orang disekitarnya dengan sangat dominan.
Namun, masalahnya disini apakah orang yang berkuasa tersebut mampu
menggunakan kekuasaannya dengan bijak agar dapat menimbulkan
pengaruh-pengaruh yang positif di sekelilingnya.
Sebagai seorang mahasiswa dan calon
pemimpin masa depan, sangat penting bagi kami untuk mempelajari,
merenungkan dn mempraktikkan kekuassan yang mungkin kita dapatkan dan
pengarung-pengaruh apa saja yang akan timbul. Kita tidak bisa
mengesampingkan efek-efek apa saja yang timbul karena efek tersebut
berdampak langsung dengan kepentingan orang banyak dan menibulkan
perspektif yang beragam di dalamnyaKekuasaan adalah kemampuan untuk menghasilkan efek kepada orang lain atau potensi untuk mempengaruhi orang lain. Selain sebagai hak milik pribadi, kekuasaan adalah fungsi dari pemimpin, pengikut, dan situasinya. Sedangkan pengaruh adalah perubahan dalam sikap, nilai-nilai, keyakinan, atau perilaku seseorang sebagai hasil dari taktik mempengaruhi. Taktik mempengaruhi merujuk pada perilaku seseorang yang sebenarnya dirancang untuk mengubah sikap, keyakinan, nilai, atau perilaku orang lain.
Jadi
keterkaitan antara keduanya dapat ditulis suatu perumpamaan, yaitu jika
kekuasaan merupakan kemampuan untuk membuat perubahan, maka pengaruh
adalah derajat perubahan aktual yang terjadi pada sikap, nilai,
keyakinan, atau perilaku seseorang yang menjadi insan.
Kelihatannya bahasa di atas terlalu tinggi ya. Saya turunkan dengan kalimat sederhana. Kekuasaan itu adalah alat untuk mempengaruhi orang lain. Dengan kita memiliki kekuasaan maka dapat dengan mudah mempengaruhi orang lain. Misal, seorang pimpinan menghendaki di organisasi untuk memakai seragam pada hari Jum’at, dengan alasan yang jelas dan logis maka dengan mudah ide pimpinan dapat diterima oleh pengikutnya. Mengapa mudah? Karena pimpinan punya kuasa untuk mempengaruhi pengikutnya. Nah pengaruh itu sendiri efek dari kuasa tersebut. Apakah ia mau memakai seragam tersebut yang dipakai tiap hari Jum’at, atau dia asal memakai seragam tersebut agar terhindar dari sanksi. Atau juga ada yang memakai seragamnya dengan senang hati. Sikap-sikap bawahan yang demikian dinamakan derajat perubahan secara sikap.
Kelihatannya bahasa di atas terlalu tinggi ya. Saya turunkan dengan kalimat sederhana. Kekuasaan itu adalah alat untuk mempengaruhi orang lain. Dengan kita memiliki kekuasaan maka dapat dengan mudah mempengaruhi orang lain. Misal, seorang pimpinan menghendaki di organisasi untuk memakai seragam pada hari Jum’at, dengan alasan yang jelas dan logis maka dengan mudah ide pimpinan dapat diterima oleh pengikutnya. Mengapa mudah? Karena pimpinan punya kuasa untuk mempengaruhi pengikutnya. Nah pengaruh itu sendiri efek dari kuasa tersebut. Apakah ia mau memakai seragam tersebut yang dipakai tiap hari Jum’at, atau dia asal memakai seragam tersebut agar terhindar dari sanksi. Atau juga ada yang memakai seragamnya dengan senang hati. Sikap-sikap bawahan yang demikian dinamakan derajat perubahan secara sikap.
Jadi itulah penjelasan sederhana keterkaitan antara kekuasaan dan pengaruh. Sekarang tugas saudara adalah berilah contoh-contoh keterkaitan antara kekuasaan dan pengaruh di lingkungan sekitar kita. Silakan jawaban komentar di status ini.
Narasumber:
http://herususilofia.lecture.ub.ac.id/2014/10/kekuasaan-dan-pengaruh-kel-4/
https://www.kompasiana.com/agungbinmadik/562269907097731a058b4567/kekuasaan-dan-pengaruh
Comments
Post a Comment